George Edwin: PIhak yang Sebut Gibran Politik Dinasti Belum Paham Konteks Demokrasi

Pengurus Majelis Nasional Korps Alumni HMI (KAHMI)

MAGELANG RAYA
- Alumni HMI George Edwin Sugiharto mengomentari isu politik dinasti yang diarahkan ke Gibran Rakabuming. Menurutnya, pihak yang memainkan isu politik dinasti belum paham esensi politik dalam konteks demokrasi.

George Edwin Sugiharto menegaskan dalam negara demokrasi terbuka seperti Indonesia, kedaulatan tertinggi tetap ditangan rakyat.

Hal tersebut, disampaikan oleh Sekjen Relawan SETIA PRABOWO, George Edwin Sugiharto dalam keterangan persnya, Ahad 5 November 2023.

Menurut George Edwin Sugiharto, setiap orang secara konstitusional menggunakan hak politiknya dipilih dan memilih.

"Frasa politik dinasti itu, hanya cocok dalam konteks negara monarki atau kerajaan," kata George Edwin Sugiharto yang juga Pengurus Majelis Nasional Korps Alumni HMI (KAHMI).

Menurutnya, kedaulatan tertinggi dalam konteks pesta demokrasi Indonesia adalah tetap pilihan rakyat.

"Pertanyaannya apakah dengan maju Mas Gibran lantas dia otomatis jadi Wapres? Kan tidak. Dia harus dipilih dulu oleh rakyat Indonesia sebagai pemilih sekaligus pemilik kedaulatan tertinggi dalam pesta demokrasi," terang George Edwin.

George Edwin Sugiharto berharap kontestasi pesta demokrasi Pilpres 2024 adalah kontestasi gagasan. 

Ia menyebut, pola kampanye yang menyerang subjektivitas seseorang adalah gaya lama yang tidak menyikapi kontestasi politik dengan akal sehat.

"Mari kita fokus pada ide-ide besar membangun bangsa. Sudah cukup kita mengerdilkan sistem demokrasi kita. Negara ini, terlalu besar untuk kita korbankan dengan gaya politik tidak sehat," terang George Edwin.

(***)

Ikuti berita terbaru di Google News

Redaksi Magelangraya.id menerima naskah opini dan rilis berita (citizen report).
Silahkan kirim ke email: beritamagelangraya@gmail.com atau Whatsapp +62856-9345-6027