![]() |
| Program Adiwiyata Mahasiswa UNTIDAR di SMPN 5 Magelang |
MAGELANGRAYA.ID - Mahasiswa Universitas Tidar (UNTIDAR) menggelar Program Sekolah Adiwiyata berupa pengembangan dan budidaya tanaman sayur menggunakan paralon vertikal di SMPN 5 Magelang, Jawa Tengah.
Program Adiwiyata Mahasiswa UNTIDAR
![]() |
| Kegiatan Sekolah Adiwiyata Tim MKT Mahasiswa UNTIDAR |
Metode ini, dipilih sebagai solusi kreatif dalam memanfaatkan lahan terbatas di lingkungan sekolah agar tetap hijau dan produktif.
Para peserta didik dilibatkan secara aktif dalam seluruh tahapan kegiatan, mulai dari penyiapan media tanam hingga pemindahan bibit sayuran seperti; pakcoy, seledri, dan daun bawang ke dalam lubang pipa hingga perawatan rutin harian.
Melalui program tersebut, peserta didik diajak untuk memahami bahwa kegiatan seperti menanam sayuran tidak hanya bermanfaat untuk kelestarian lingkungan, tetapi juga memiliki potensi ekonomi jika dikembangkan menjadi produk usaha sederhana.
Perwakilan tim MKT Mahasiswa UNTIDAR, Azizah Larasati menjelaskan bahwa program ini dirancang untuk mengoptimalkan potensi sumber daya manusia di sekolah melalui pembelajaran berbasis aksi (learning by doing).
"Kami ingin memberikan pengalaman belajar yang tidak hanya sebatas teori di kelas, akan tetapi juga praktik langsung. Dengan metode ini, anak-anak belajar bekerja sama, bertanggung jawab merawat tanaman, dan diharapkan dapat melihat peluang bahwa hasil panennya nanti bisa diolah kembali menjadi produk yang bernilai jual," ujar Azizah Larasati.
SMPN 5 Magelang Sambut Baik Program Sekolah Adiwiyata UNTIDAR
![]() |
| Siswa sambut baik Program Adiwiyata Mahasiswa UNTIDAR di SMPN 5 Magelang |
“Saya senang mengikuti kegiatan menanam sayur ini karena bisa belajar cara menanam dan merawat tanaman secara langsung. Kegiatannya juga seru karena dilakukan bersama-sama. Saya jadi tahu bahwa tanaman yang kita rawat bisa dimanfaatkan dan bahkan dapat dijual sehingga bisa menjadi peluang usaha” ujar Anindya.
Melalui sinergi antara mahasiswa, guru, dan peserta didik, program ini diharapkan tidak berhenti pada tahap penanaman saja.
Ke depannya, warga sekolah diharapkan mampu mengelola, memanen, hingga memanfaatkan hasil tanaman sayur tersebut secara mandiri dan berkelanjutan.
(***)
Baca Juga:


