Akses Wisatawan Naik Stupa Candi Borobudur Akan Ditinjau Ulang

Akses Wisatawan Naik Stupa Candi Borobudur Akan Ditinjau Ulang

MAGELANG RAYA
- Candi Borobudur merupakan warisan kebudayaan dan menjadi salah satu destinasi unggulan nasional yang berlokasi di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.

Saat ini, akan ada peninjauan ulang dengan melakukan kajian lapangan tertutup kunjungan wisatawan naik ke bangunan Candi Borobudur di Kabupaten Magelang mulai dilakukan secara acak ke wisatawan.

Dalam hal ini, PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko (TWC) selaku pengelola Taman Wisata Candi Borobudur menggelar uji coba tersebut selama 15 hari pada 1-15 Maret 2023.

Baca Juga: Sinergitas TNI-Polri Magelang Raya Jaga Kamtibmas Jelang Pemilu 2024

Direktur Utama PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko, Febrina Intan mengatakan kajian lapangan ini bertujuan memastikan kesiapan layanan, baik yang bersifat hospitality maupun sistem berjalan dengan baik. 

"Mengatur daya tampung pengunjung di atas monumen candi serta manajemen kerumunan massa," katanya, Kamis (2/3).

Baca Juga: Pemprov Jateng Jalin Kerjasama BI Hingga Blibli Sediakan Parsel Lebaran Berdayakan 125 UMKM

Ditambahkan Febrina, selama masa kajian lapangan secara tertutup tersebut, pihaknya menetapkan kuota kunjungan yang bisa naik ke bangunan Candi Borobudur banyak 400 pengunjung. Pengunjung yang bisa naik ke bangunan candi tersebut diambil secara acak, baik bagi wisatawan asing, nusantara maupun pelajar.

Ia menjelaskan, bagi pengunjung yang ingin berpartisipasi dapat melakukan pemesanan secara online dan tidak dikenakan biaya naik Candi Borobudur. 

Melainkan hanya membayar biaya pengganti untuk sandal Upanat (alas kaki khusus) dan pendampingan dari pemandu.

Baca Juga: Solusi Disdikbud Atasi Perilaku Menyimpang Remaja Magelang dengan Aksi Tindak Kekerasan

"Bagi wisatawan nusantara dewasa dikenakan biaya pengganti alas kaki khusus dan pendampingan pemandu sebesar Rp70.000 per orang, Rp50.000 untuk anak-anak, dan Rp5.000 untuk pelajar," jelas Febrina.

Bagi wisatawan mancanegara, sesuai dengan harga yang berlaku saat ini, yakni untuk wisatawan dewasa sebesar 25 Dolar  Amerika dan 15 Dolar Amerika untuk anak-anak atau pelajar.

Febrina Intan menambahkan, pada saat pelaksanaan kajian lapangan tertutup tersebut, pihak manajemen Taman Wisata Candi Borobudur tetap membuka layanan kunjungan reguler. Namun, para pengunjung hanya bisa sampai di pelataran atau halaman candi.

Baca Juga: Rugikan Warga, Personil TNI Gerak Cepat Bongkar Sindikat Ribuan Sak Pupuk Ilegal di Medan

Selain itu, harga tiket masuk masih seperti biasanya yakni Rp50.000 untuk wisatawan nusantara dewasa dan Rp25.000 untuk wisatawan nusantara anak-anak atau pelajar. 

Sedangkan bagi wisatawan mancanegara, sesuai dengan harga yang berlaku saat ini, yaitu 25 USD (dewasa), dan 15 USD (anak/pelajar).

Salah satu pengunjung asal Makasar, Sulawesi Selatan, Syarifudin Ondeng, yang berkesempatan mengikuti kajian lapangan tertutup kunjungan wisatawan naik ke Candi Borobudur mengaku senang karena bisa naik ke bangunan peninggalan Dinasti Syailendra tersebut.

Ia juga mengaku penggunaan Upanat (sandal khusus) untuk naik ke bangunan Candi Borobudur sangat nyaman dan aman bagi pengunjung karena tidak mudah terpeleset. 

"Sangat berkesan dan memberikan nuansa edukatif," ungkapya.

(***)

Ikuti berita terbaru di Google News

Redaksi Magelangraya.id menerima naskah opini dan rilis berita (citizen report).
Silahkan kirim ke email: beritamagelangraya@gmail.com atau Whatsapp +62856-9345-6027