Solusi Disdikbud Atasi Perilaku Menyimpang Remaja Magelang dengan Aksi Tindak Kekerasan

 

 Solusi Disdikbud Atas Perilaku Menyimpang Remaja Magelang dengan Aksi Tindak Kekerasan (Ilustrasi)

MAGELANG RAYA - Perilaku kriminal dua anak yang melakukan tindak kekerasan di jalan raya di Magelang menuai sorotan tajam publik.

Pasalnya, aksi kekerasan dua remaja yang menghebohkan publik tersebut disertai dengan penggunaan senjata tajam berupa celurit.

Aksi kekerasan ini, dinilai sangat berbahaya dan mengganggu situasi keamanan.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Magelang Nanda Cahyadi Pribadi merespon hal tersebut dalam keterangannya, Senin (6/3/2023).

Baca Juga: Pemprov Jateng Jalin Kerjasama BI Hingga Blibli Sediakan Parsel Lebaran Berdayakan 125 UMKM

Menurut Nanda Cahyadi Pribadi, anak sekolah perlu diberi ruang untuk menggali potensi positifnya.

Hal ini, kata Nanda Cahyadi Pribadi agar mengantisipasi tindak kekerasan yang melibatkan anak sekolah.

"Kami prihatin atas terjadinya kasus kekerasan yang melibatkan anak usia sekolah baru-baru ini di jalan Magelang-Yogyakarta, sekitar Metro square, Mertoyudan, Kabupaten Magelang," katanya di Magelang, Senin.

Baca Juga: Sinergitas TNI-Polri Magelang Raya Pastikan Kamtibmas Jelang Pemilu 2024

Menurut Nanda Cahyadi Pribadi, kejadian tersebut perlu diantisipasi bersama, sekolah-sekolah terutama di ruang lingkup Kabupaten Magelang.

Nanda Cahyadi Pribadi mengingatkan pihak sekolah di Kabupaten Magelang agar memberikan ruang pengembangan bakat dan potensi diri ke arah yang lebih positif.

"Dengan begitu tidak ada kesempatan sekecil apa pun untuk anak-anak atau siswa melakukan hal yang negatif seperti itu (tindak kekerasan)," katanya.

Lebih jauh, Nanda Cahyadi Pribadi menguraikan, pihaknya telah melakukan upaya koordinasi  dengan Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VII Provinsi Jawa Tengah terkait kejadian yang melibatkan anak sekolah tersebut.

Baca Juga: Ngaji Kebangsaan, Agus Sugiyono: Bangun Kesadaran Kolektif Dorong Kemajuan Daerah

Ia berharap, kejadian tersebut tidak terulang dan mengajak semua pihak untuk berperan aktif mengantisipasi hal tersebut.

Di ruang lingkup kewenangan Kabupaten Magelang yakni tingkat SMP/MTs, Nanda juga sudah melakukan koordinasi dan komunikasi untuk mengantisipasi hal serupa agar tidak terjadi lagi pada siswa yang ada di tingkat SMP/MTs.

Baca Juga: Fantastis, Bulan Dana PMI Kabupaten Magelang Berhasil Himpun Dana Sosial Rp 1,2 Miliar

"Kami berharap kepedulian bersama, sebagai masyarakat, kepedulian sebagai unsur pendidik di sekolah, sebagai pamong anak-anak bisa terus ditingkatkan," harapnya. 

"Agar anak-anak bisa melakukan aktivitas sesuai kedudukannya sebagai pelajar dan bisa menghindari pelanggaran hukum, melakukan hal-hal yang positif dan bermanfaat untuk bisa mencapai cita-citanya," tambahnya lagi.

(***)

Ikuti berita terbaru di Google News

Redaksi Magelangraya.id menerima naskah opini dan rilis berita (citizen report).
Silahkan kirim ke email: beritamagelangraya@gmail.com atau Whatsapp +62856-9345-6027