| Siswa SMPN 5 Kota Magelang Mengikuti Lomba Cipta Puisi di Ruang Digital yang diselenggarakan oleh Mahasiswa UNTIDAR. Foto: Magelangraya.id/Istimewa |
MAGELANG RAYA — Mahasiswa MKT (Magang Kependidikan Terintegrasi) Universitas Tidar (UNTIDAR) mengembangkan kreasi siswa melalui Lomba Cipta Puisi di SMPN 5 Kota Magelang, Selasa (18/8/2026).
Kepada redaksi Magelang Raya, salah satu tim MKT UNTIDAR, Desy menyampaikan Lomba Cipta Puisi ini sekaligus dalam rangka semarak Kemerdekaan RI ke-81.
Lomba Cipta Puisi ini mengusung tema “Merdekakan Suara, Kobarkan Jiwa Muda Indonesia” dengan subtema “Mimpiku untuk Negeriku” dan diikuti oleh sekitar 60 siswa dari setiap jenjang kelas di SMPN 5 Kota Magelang.
Lomba tersebut menjadi wujud nyata upaya mahasiswa MKT Universitas Tidar dalam meningkatkan semangat nasionalisme dan kualitas literasi siswa SMPN 5 Kota Magelang.
Mahasiswa UNTIDAR Bangun Kreativitas Pelajar SMPN 5 Kota Magelang
Tim mahasiswa MKT UNTIDAR di SMPN 5 Kota Magelang berkolaborasi dengan sekolah untuk memberikan ruang berkreasi bagi siswa terkait kegiatan literasi. “Melalui lomba ini, kami berkolaborasi dengan pihak sekolah untuk memberikan ruang berkreasi bagi siswa SMPN 5 Kota Magelang.
Tujuannya agar siswa di sekolah ini bukan hanya menjadi seorang pembaca, melainkan juga dapat menciptakan karya sastra,” ungkap salah satu mahasiswa MKT Universitas Tidar yang bertindak sebagai fasilitator.
Program ini selaras dengan komitmen sekolah yang peduli terhadap kualitas literasi siswa. SMPN 5 Kota Magelang rutin melaksanakan kegiatan literasi, yaitu Gelisuci (Gerakan Literasi Kitab Suci) dan kegiatan baca senyap.
Kegiatan Gelisuci dilaksanakan setiap hari Selasa dan Kamis, sedangkan baca senyap dilaksanakan hari Jumat.
Gelisuci bertujuan untuk meningkatkan keimanan melalui kegiatan membaca ayat-ayat suci. Sementara itu, kegiatan baca senyap berfokus meningkatkan minat baca siswa terhadap karya sastra.
Lomba ini disosialisasikan pada awal Agustus dan disambut antusias oleh siswa. Setidaknya, terdapat tiga siswa dari setiap jenjang kelas yang berpartisipasi dalam lomba cipta puisi.
Sebelum perlombaan berlangsung, para siswa menyiapkan diri secara maksimal agar dapat menciptakan karya terbaik.
“Sebelum lomba dimulai, saya membaca buku-buku puisi untuk mendapatkan ide dan menambah kreativitas,” ungkap salah satu peserta lomba.
Saat perlombaan berlangsung, para peserta diarahkan oleh fasilitator dari tim MKT Universitas Tidar untuk melakukan registrasi dan pengecekan di ruang lomba.
Selanjutnya, para peserta diberikan waktu sekitar 80 menit. Mereka menciptakan puisi di lembar kertas yang telah disediakan secara tertib dan jujur.
Siswa Terbaik Dapat Hadiah dari UNTIDAR
Setelah perlombaan berakhir, tim MKT bersama juri menyeleksi seluruh karya peserta secara objektif. Hasil seleksi diumumkan pada Senin, 31 Agustus 2026.
Terdapat 3 siswa dari setiap jenjang kelas yang memiliki karya terbaik diberikan apresiasi khusus dari tim MKT Universitas Tidar.
| Dokumentasi pemberian apresiasi khusus bagi para pemenang lomba Cipta Puisi. Foto: Magelangraya.id/Istimewa |
Melalui program ini, tim MKT berupaya meningkatkan keterampilan siswa dalam menciptakan karya sastra.
Hasil karya mereka dapat menjadi portofolio sekaligus ruang bagi siswa untuk mengembangkan kreativitas dan kemampuan literasi.
Harapannya, program ini dapat dilaksanakan secara berkelanjutan sehingga semakin banyak kesempatan bagi siswa untuk berkarya, berkreasi, dan mengembangkan potensi di bidang sastra.
(***)