Manfaatkan Limbah Pertanian, 17 Catrans Poso Bekali Diri Budidaya Jamur Janggel Jagung di BBPPMT Yogyakarta

Mahasiswa UNY memberikan pelatihan di BBPPMT Yogyakarta 

MAGELANG RAYA
- Mahasiswa Praktik Kependidikan (PK) Program Studi Pendidikan Nonformal Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) menggelar pelatihan budidaya dan pembuatan media tanam jamur janggel jagung di Balai Besar Pelatihan dan Pemberdayaan Masyarakat Transmigrasi (BBPPMT) Yogyakarta pada Rabu, 23 September 2026. 

Kegiatan ini diikuti oleh 17 orang Calon Transmigran (Catrans) asal Poso sebagai bagian dari program pembekalan keterampilan usaha produktif. 

Program bertajuk “Manfaatkan Limbah Pertanian, 17 Catrans Poso Bekali Diri Budidaya Jamur Janggel Jagung di BBPPMT Yogyakarta” ini dilaksanakan sebagai bentuk penerapan ilmu pendidikan nonformal melalui pelatihan terapan. 

Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mengolah limbah bonggol jagung menjadi media budidaya yang bernilai ekonomi tinggi. 

Pelaksanaan program berada di bawah bimbingan Dr. Fitta Ummaya Santi, M.Pd. selaku Dosen Pembimbing Lapangan dan Bayu Kristianto, S.Pt. sebagai pembimbing teknis pembuatan jamur janggel.

Baca Juga: Mahasiswa KKN UNY Ajak Siswa SDN 03 Banyurojo Belajar Mendesain dengan Canva

Pelaksanaan program ini terintegrasi langsung dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 2 (Tanpa Kelaparan), serta SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab) melalui pengelolaan limbah pertanian yang ramah lingkungan.  

Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman serta keterampilan praktis bagi para calon transmigran dalam memanfaatkan limbah janggel jagung menjadi media budidaya jamur konsumsi bernilai ekonomi tinggi. 

Dipandu oleh narasumber Abdurrauf Ridho Tinarbuko, program pembelajaran dirancang menggunakan pendekatan andragogi yang menggabungkan pemaparan materi interaktif, diskusi dua arah, dan praktik langsung. 

Materi yang disampaikan mencakup potensi jamur janggel, syarat tumbuh, teknik pembuatan kumbung tanam, hingga formulasi media tanam dengan campuran janggel jagung, dedak, urea, ragi tape, dan air. 

Seluruh peserta terlibat aktif dalam mendemonstrasikan tahapan pencampuran bahan dan penataan media di dalam kumbung.  

Pelaksanaan pelatihan ini menghasilkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan teknis peserta dalam mengolah limbah jagung. 

Dampak positif dari kegiatan ini adalah terciptanya peluang usaha mandiri bermodal rendah yang siap diterapkan di daerah transmigrasi. 

Secara nyata, kegiatan ini mendukung kontribusi SDGs melalui pemanfaatan limbah menjadi bahan pangan bergizi tinggi (SDG 2 dan SDG 12). 

Melalui pelatihan ini, diharapkan para calon transmigran dapat menerapkan ilmu yang telah diperoleh secara mandiri dan berkelanjutan di lokasi transmigrasi Poso.

Sebagai langkah tindak lanjut, direncanakan adanya pendampingan teknis secara berkala untuk memantau perkembangan budidaya hingga masa panen. 

Melalui pendampingan ini, para calon transmigran diharapkan dapat menerapkan ilmu yang telah diperoleh secara mandiri dan berkelanjutan demi mewujudkan kemandirian ekonomi berbasis potensi lokal di lokasi transmigrasi Poso.

(***)

Baca Juga: 

Mahasiswa UNTIDAR Gelar Lomba Cipta Puisi Kembangkan Kreasi Siswa di SMPN 5 Magelang

Program Adiwiyata UNTIDAR di SMPN 5 Magelang Budidaya Sayur Berbasis Paralon Vertikal


Ikuti berita terbaru di Google News

Redaksi Magelangraya.id menerima naskah opini dan rilis berita (citizen report).
Silahkan kirim ke email: beritamagelangraya@gmail.com atau Whatsapp +62856-9345-6027